Monday, December 12, 2022

Blog D20

 Buku:: Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang

Refleksi:

Pada bab pertama yang dibaca,diceritakan tentang kisah seorang bernama Derby ynag menjadi penggali lalu mendapatkan  emas, kemudian mengabiskan masa mudanya untuk menggali emas namun tidak menemukannya.sehingga dia menyerah dan menjual peralatan penambangnya kepada seorang pembeli lalu kembali ke kampung halaman. Sang pembeli yang penasaran kemudian mengecek lubang galian Derby dan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari Derby dan mendadak jadi milliuner. Cerita ini mengajarkan agar kita tidak menyerah mau seberapa sulit yang telah kita alami.

Cerita Derby juga menginspirasi pedagang untuk mengulang-ulang iklan produknya sampai pembeli datang untuk membeli entah karena penasaran,maupun kasihan.Namun biasanya yang mengulang-ulang seperti itu adalah orang-orang yang sudah berpengalaman dan bukan orang yang baru dan tidak sering mengulang iklan sehingga para pemula tidak mendapat banyak pelanggan karena tidak tertarik.Hal seperti ini dapat dilakukan karena latihan yang terus-terusan dan dalam waktu yang lama. Hal ini pun berlaku kepada saya. Hasil nilai matematika dan bahasa inggris saya berasal dari langsung berbicara dengan orang luar negri melalui internet dan matematika saya sering saya praktekan untuk menghitung sesuatu dalam game strategi menggunakan uang in-game, maupun untuk sekedar senang-senang. 

Lalu selanjutnya diceritakan tentang bagaimana tips untuk menjadi home shopping host diantaranya yaitu tahu keinginan pelanggan, lalu membuatnya selah itu kebutuhan mereka. Lalu dijelaskan tentang penggunaan pertanyaan yang dilontarkan sesuai situasi.

Perkembangan tomat:


Masih tidak tampak perubahan, namun tidak mati

Saturday, December 10, 2022

Blog D19

Buku: Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang

 Refleksi:

Bacaan hari ini diawali dengan cerita Bill Gates yang mempresentasikan iPod pertama dengan menggunakan storytelling. Penulis menuliskan betapa pandainya Bill Gates dalam berpresentasi dengan storytelling sehingga membuat Penulis menyebutnya sebagai Raja Presentasi Storytelling

Lalu berikutnya diajarkan tentang bagaimana untuk menggunakan kekuatan seadanya. Pada awal diceritakan tentang sebagai mana starbucks yang berfokus pada rasa kopi dan pelayanannya. Banyak saingannya yang muncul namun dikalahkan karena kebanyakan cafe tersebut beripikir tentang modal dan bukan rasa produk mereka yang harus diperbagus, alhasil mereka tidak bisa menarik pelanggan yang mementingkan rasa. Lalu dijelaskan selanjutnya bagaimana kita harus menerima dan mengembangkan bakat minat dan bukan hanya murung karena kemampuan teman lain yang terlihat lebih hebat.

Menurut saya bab 2 lebih mengenai saya karena hal ini adalah hal-hal yang relate terhadap saya yang memang sering jatuh bangun karena iri dengan orang yang nampaknya kemampuannya lebih berguna dan orang-orang yang menggunakan orang dalam atau uang untuk didahulukan. 

Perkembangan tomat:

Perkembangan Tomat tidak terlalu terlihat dengan mata, namun belum mati.

Thursday, December 8, 2022

Blog D18

Buku: Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang

Refleksi:

Kali ini penulis mengajarkan tentang 1 kata kunci yang lebih penting dari sepuluh ungkapan. Seperti pada iklan-iklan, saya beri contoh dari Indonesia: tolak angin. Dari namanya saja kelihatan, lalu iklannya juga menekankan tetang hal itu lebih lagi. Teknik marketing dengan menggunakan kata kunci ini mungkin dapat saya gunakan jika saya ingin mempromosikan produk saya. 

Lalu diajarkan tentang bagaimana Lunch box Rp39.000 laris. Dijelaskan hal ini karena barang mereka bukan barang yang terkenal dan berkualitas sehingga mereka hanya dapat mengandalkan menurunkan harga. Lalu penulis mengajarkan untuk memberikan harga yang sesuai dengan kualitas diri. Hal ini dapat dipraktikan pada lamaran pekerjaan. Kita tidak bis meminta gaji tinggi jika potensi diri kita saja tidak sesuai dengan gaji itu. Dan menurut saya bagian ini sangat masuk akal karena saya sendiri tidak menginginkan seorang yang tidak berpengalaman dibayar besar hanya karena dia memintanya.





Perkembangan tomat:

Masih belum tampak perubahan yang mencolok selain tegak/layunya tomat

Wednesday, December 7, 2022

Blog D17

Refleksi:

Hari ini penulis mengajarkan tentang teknik bernegosiasi. Pada awal diceritakan tentang seorang jendral yang bernegosiasi dengan jendral musuh dan menang karena kepandaiannya dalam berbicara. Salah satu tempat terjadinya negosiasi adalah ketika penentuan gaji tahunan. Penulis memberikan 5 teknik negosiasi yaitu:  Selangkah lebih maju, Mengulur waktu, High & low,  bukan seorang "keyman", dan positif thinking. Saya merasa trik ini sangat berguna di masa depan ketika melamar kerja.

Lalu diajarkan tentang perdebatan dan cara menang tanpa perkelahian. Caranya yaitu mendengarkan agar dapat mengeluarkan argumen yang baik, menggunakan alasan ketika argumen sehingga akan dipikir masuk akal oleh lawan bicara. Cara tersebut sering saya gunakan ketika saya berdebat dengan saya sehingga saya pikir trik ini berguna

Perkembangan tomat:

Tidak setegak kemarin rasanya, daunnya ada yang menguning, dan tidak tampak bertumbuh tinggi


Tuesday, December 6, 2022

Blog D16

Refleksi:

Dalam refleksi hari ini, diceritakan seorang professor yang gagal sebagai professor di mata mahasiswanya. Lalu penulis buku memberikan mantra agar pembicaraan dalam hal seperti wawancara berjalan lancar:

Saya mengatakannya dengan tulus dan percaya diri

Agar pembicaraan tidak kehilangan nyawaya, kita harus mengucapkannya tulus dari hati dan percaya diri. Lalu kita juga dapat berbicara sambil menatap lawan bicara agar kita terkesan ingin dan tertarik berbicara dengan kita.

Perkembangangan tomat:

Tidak terlihat perkembangan yang pesat, hanya saja sudah ada 3 daun yang gugur karena jamur yang menginfeksi bagian daun.


Monday, December 5, 2022

Blog D15

Rekoleksi hari ini mengajarkan saya banyak hal dan sangat menarik.

di awal kami bermain sebuah game yang lumayan membuat bersemangat.
Lalu setelahnya kami diberikan materi tentang siapa diri sendiri. Materi itu membahass indentitas kita sebagai pribadi, dan cita-cita yang harus dikejar mulai sekarang.
 
Lalu setelah istirahat makan, kami diberikan materi baru yaitu tentang talenta. Materi ini membahas tentang talenta kita yang harus dikembangkan.

Wednesday, November 30, 2022

Blog D14

Refleksi:
Pada video 1 saya diajarkan bahwa hidup harus memiliki tujuan, dan memang benar. Berdasarkan pengalaman saya, hidup tanpa tujuan itu terasa sangat hampa. Disebutkan jika seseorang memilki bakat maka dia tidak akan hampa hidupnya, namun walaupun saya punya bakat dalam bahasa inggris dan matematika, saya masih merasa hidup saya hampa. Hal ini pun diikuti oleh rasa capek yang selalu mengikuti ketika ingin berusaha untuk mengejar cita-cita, yang mana membuat tips agar tidak bergantung ke bakat menjadi lebih sulit. 
Pada video kedua, saya mendapatkan hal relateable seperti cita-cita akan menghilang seiring perkembangan & pertumbuhan diri. Dulu saya ingin menjadi pilot, namun karena berkacamata, saya kehilangan minat menjadi pilot waktu sd. Saya baru menemukan cita-cita baru ketika SMA ketika kasus hack bjorka, dan pengetahuan saya tentang berbagai game menarik, orang-orang yang membuat game sendiri dan sukses, dan seorang teman saya yang mau menjadi GameDev. Dari situ saya tertarik dengan IT dan memutuskan untuk bergabung ke dunia IT, entah menjadi hacker untuk bayarannya, maupun GameDev demi kepuasannya. Namun terkadang saya takut sendiri karena memang kedua cabang ini bukanlah hal yang mudah, sehingga hal selanjutnya yaitu rasa takut untuk mengejar cita-cita membuat saya tidak berani melangkah ke dunianya.

credit ke video satu persen:
https://www.youtube.com/watch?v=-Z2gIXkOd2s
https://www.youtube.com/watch?v=odNpD5YsVmI


Tuesday, November 29, 2022

Blog D13

 hari ini saya diberi tugas untuk mengerjakan tes cara belajar. Saya mendapatkan Visual Kinestetik


Gaya belajaar saya cenderung flexible, saya mampu menggunakan dua gaya belajar yaitu visual dan kinestetik untuk memaksimalkan potensi belajar  saya.

Gaya belajar visual mampu menyerap infotrmasi terkait dengan visual, warna, gambar, peta, diagram dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Artinya bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham, gaya belajar seperti ini mengandalkan pengelihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian mempercayainya.

Gaya belajar kinestetik dapat belajar paling baik dengan berinteraksi atau mengalami hal-hal di sekitarnya. Saya lebih cenderung mampu memahami dengan adanya kterlibatan langsung, daripada mendengarkan ceramah atau membaca dari sebuah buku.  Gaya belajar kinestetik suka melakukan hal-hal dan menggunakan tubuh mereka untuk mengingat dakta seperti "memanggil" (dialing) nomor telepon pada telpon genggam mereka. Gaya belajar kinestetik berarti belajar dengan menyetuh dan melakukan.
Sumber: https://akupintar.id/tes-gaya-belajar/-/vak/hasil-tes/132971433

Namun menurut saya, gaya belajar saya lebih ke campuran semuanya. Saya lebih sering menonton YouTube dan menonton channel Kurzgesagt - In A Nutshell untuk belajar sains(IPA). Memang benar sya memiliki cara belajar kinestetik, karena dalam beberapa hal saya meminta orang berpengalaman mempraktekan suatu hal kepada saya agar saya paham. Cara belajar ini ditimbulkan oleh saya karena di lingkungan saya orang mendeskripsikan barang secara abstrak dan tak memberi nama barang ketika mencarinya, sehingga ketika menemukannya saya mempelajari bahwa barang abstrak itu adalah benda yang ditemukan.




Monday, November 28, 2022

Blog D12

Dalam tes 16 kepribadian hari ini saya mendaapat Mediator(INFP-T)



Tentang Mediator:

Meskipun mereka mungkin tampak pendiam atau sederhana, Mediator (INFP) memiliki kehidupan batin yang bersemangat dan penuh gairah. Kreatif dan imajinatif, mereka dengan senang hati tenggelam dalam lamunan, menciptakan segala macam cerita dan percakapan dalam pikiran mereka. Kepribadian ini dikenal karena kepekaannya – Mediator dapat memiliki respons emosional yang mendalam terhadap musik, seni, alam, dan orang-orang di sekitar mereka.

Idealis dan empati, Mediator merindukan hubungan yang mendalam dan penuh perasaan, dan mereka merasa terpanggil untuk membantu orang lain. Tetapi karena tipe kepribadian ini merupakan bagian kecil dari populasi, Mediator terkadang merasa kesepian atau tidak terlihat, terombang-ambing di dunia yang tampaknya tidak menghargai sifat yang membuat mereka unik.

Karunia Empati

Mediator berbagi rasa ingin tahu yang tulus tentang kedalaman sifat manusia. Introspeksi ke intinya, mereka sangat selaras dengan pikiran dan perasaan mereka sendiri, tetapi mereka juga ingin memahami orang-orang di sekitar mereka. Mediator penuh kasih sayang dan tidak menghakimi, selalu bersedia mendengar cerita orang lain. Ketika seseorang terbuka kepada mereka atau berpaling kepada mereka untuk kenyamanan, mereka merasa terhormat untuk mendengarkan dan membantu.

Empati adalah salah satu karunia terbesar dari tipe kepribadian ini, tetapi kadang-kadang bisa menjadi kewajiban. Masalah dunia sangat membebani pundak Mediator, dan kepribadian ini bisa rentan untuk menginternalisasi suasana hati atau pola pikir negatif orang lain. Kecuali mereka belajar untuk menetapkan batasan, Mediator mungkin merasa kewalahan dengan banyaknya kesalahan yang perlu diperbaiki.

Berbicara Kebenaran Mereka

Beberapa hal membuat Mediator lebih gelisah daripada berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirinya. Dengan kepekaan dan komitmen mereka terhadap keaslian, orang dengan tipe kepribadian ini cenderung mendambakan kesempatan untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Maka, tidak mengherankan jika banyak Mediator terkenal adalah penyair, penulis, aktor, dan seniman. Mereka tidak bisa tidak merenungkan arti dan tujuan hidup, memimpikan segala macam cerita, ide, dan kemungkinan di sepanjang jalan.

Melalui lanskap imajinatif ini, Mediator dapat menjelajahi sifat batin mereka sendiri serta tempat mereka di dunia. Meskipun ini adalah sifat yang indah, kepribadian ini terkadang menunjukkan kecenderungan untuk melamun dan berfantasi daripada mengambil tindakan. Untuk menghindari perasaan frustrasi, tidak terpenuhi, atau tidak mampu, Mediator perlu memastikan bahwa mereka mengambil langkah untuk mewujudkan impian dan gagasan mereka menjadi kenyataan.

Mencari Panggilan

Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung merasa tanpa arah atau terjebak sampai mereka terhubung dengan tujuan hidup mereka. Bagi banyak Mediator, tujuan ini berkaitan dengan mengangkat orang lain dan kemampuan mereka untuk merasakan penderitaan orang lain seolah-olah penderitaan mereka sendiri. Sementara Mediator ingin membantu semua orang, mereka perlu memfokuskan energi dan upaya mereka – jika tidak, mereka bisa kelelahan.

Untungnya, seperti bunga di musim semi, kreativitas dan idealisme Mediator dapat mekar bahkan setelah musim tergelap. Meskipun mereka tahu dunia tidak akan pernah sempurna, Mediator tetap peduli untuk membuatnya lebih baik sebisa mereka. Keyakinan yang tenang dalam melakukan hal yang benar ini dapat menjelaskan mengapa kepribadian ini begitu sering menginspirasi belas kasih, kebaikan, dan keindahan ke mana pun mereka pergi.

Kekuatan Kelemahan

Kekuatan Mediator (INFP).

Empati – Mediator tidak hanya peduli dengan orang lain secara abstrak. Kepribadian ini sebenarnya bisa merasakan emosi orang lain, dari suka dan duka hingga duka dan penyesalan. Karena kepekaan ini, Mediator cenderung bijaksana dan baik hati, dan mereka membenci gagasan menyakiti siapa pun, bahkan tanpa sengaja.
Dermawan – Mediator jarang menikmati kesuksesan dengan mengorbankan orang lain. Mereka merasa terpanggil untuk membagikan hal-hal baik dalam hidup mereka, memberikan penghargaan yang pantas, dan mengangkat orang-orang di sekitar mereka. Kepribadian ini ingin berkontribusi pada dunia di mana setiap suara didengar dan tidak ada kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Berpikiran Terbuka – Toleran dan menerima, Mediator mencoba untuk tidak menilai keyakinan, gaya hidup, atau keputusan orang lain. Ini adalah tipe kepribadian yang lebih memilih belas kasih daripada mencari-cari kesalahan, dan banyak Mediator merasakan empati bahkan terhadap mereka yang telah berbuat salah. Karena mereka begitu menerima, Mediator sering kali menjadi orang kepercayaan bagi teman dan orang yang mereka cintai – dan kadang-kadang bagi orang asing.
Kreatif – Mediator suka melihat sesuatu dari perspektif yang tidak konvensional. Beberapa hal memberi mereka lebih banyak kesenangan daripada membiarkan pikiran mereka mengembara melalui segala macam ide dan kemungkinan dan lamunan. Maka tidak mengherankan jika banyak Mediator tertarik pada pengejaran kreatif - atau bahwa tipe kepribadian ini terwakili dengan baik di antara penulis dan seniman.
Bergairah – Ketika sebuah ide atau gerakan menangkap imajinasi mereka, Mediator ingin memberikan sepenuh hati untuk itu. Orang dengan tipe kepribadian ini mungkin tidak selalu blak-blakan, tetapi itu tidak mengurangi perasaan kuat mereka terhadap suatu tujuan yang sesuai dengan keyakinan dan keyakinan mereka.
Idealistis – Mediator berusaha untuk mengikuti hati nurani mereka, bahkan ketika melakukan hal yang benar tidaklah mudah atau nyaman. Mereka jarang melupakan keinginan mereka untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan penuh tujuan – kehidupan yang membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Kelemahan Mediator (INFP).

Tidak realistis – Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang sempurna – dan itu bisa menjadi kebenaran yang sulit diterima oleh Mediator. Orang dengan tipe kepribadian ini bisa menjadi orang romantis yang putus asa, dengan visi berwarna mawar tentang seperti apa hidup mereka seharusnya. Hal ini dapat membuat Mediator kecewa ketika kenyataan tak terelakkan jauh dari impian mereka.
Mengisolasi Diri – Mediator ingin sekali berhubungan dengan orang lain, tetapi mereka tidak selalu tahu caranya. Terutama di lingkungan baru, Mediator mungkin enggan menempatkan diri mereka di luar sana dengan cara yang akan membantu mereka mendapatkan teman baru atau terlibat dalam komunitas baru. Akibatnya, orang dengan tipe kepribadian ini terkadang merasa kesepian atau terisolasi.
Tidak fokus – Sifat imajinatif dan introspektif mediator tidak selalu mendukung produktivitas. Banyak Mediator merasa frustrasi dengan betapa sulitnya mereka merasa lelah dan menyelesaikan sesuatu. Masalahnya bukan karena mereka tidak mampu – melainkan, mereka mengalami masalah ketika mereka begitu terperangkap dalam ide dan cita-cita yang berbeda sehingga mereka gagal untuk berkomitmen pada suatu tindakan.
Rentan Secara Emosional – Keselarasan emosional dari kepribadian ini adalah salah satu kekuatan terbesar mereka. Namun, kecuali Mediator menetapkan batasan, mereka berisiko menyerap suasana hati atau sikap negatif orang lain.
Putus asa untuk Menyenangkan - Konflik cenderung membuat stres bagi Mediator, yang mendambakan keharmonisan dan penerimaan. Ketika seseorang tidak menyukai atau tidak menyetujuinya, kepribadian ini mungkin terpaku untuk mencoba menjernihkan suasana dan mengubah pikiran orang tersebut. Sayangnya, keinginan Mediator untuk menyenangkan orang lain dapat menguras energi mereka, menutupi kearifan batin mereka dan kesadaran mereka akan kebutuhan mereka sendiri.
Self-Critical – Mediator percaya pada potensi unik mereka, dan mereka sangat ingin hidup sesuai dengan itu. Tetapi ini dapat menyebabkan mereka memiliki harapan yang tidak realistis untuk diri mereka sendiri. Ketika Mediator gagal memenuhi visi ini, mereka mungkin menuduh diri mereka sendiri tidak berguna atau egois atau sangat tidak mampu. Diambil terlalu jauh, kritik diri ini dapat mematahkan semangat Mediator, membuat mereka menyerah bahkan pada impian tersayang mereka.

Hubungan Romantis

Romantisme Tanpa Harapan

Mediator berbagi keyakinan bahwa dua orang dapat bersatu dalam suatu hubungan dan membuat satu sama lain lebih baik dan lebih bahagia daripada sebelumnya. Kepribadian mediator menggunakan kasih sayang dan wawasan mereka untuk memahami orang yang mereka sayangi, dan mereka memanfaatkan kreativitas mereka untuk membuat pasangan mereka merasa istimewa.
Menemukan Apa yang Nyata

Mediator (INFP) adalah pemimpi dan idealis, terutama dalam hal romansa. Orang dengan tipe kepribadian ini percaya pada kekuatan dan keindahan cinta sejati, dan mereka dengan tulus berharap untuk tidak pernah puas dengan hal yang kurang dari itu.

Maka, adil untuk mengatakan bahwa Mediator mendekati dunia romansa dengan harapan tinggi. Mereka mungkin menghabiskan waktu bertahun-tahun melamun tentang hubungan yang sempurna, membayangkan bagaimana rasanya berbagi diri terdalam dengan orang lain. Tetapi kenyataan berkencan bisa mengejutkan Mediator, memaksa mereka bergulat dengan pertanyaan yang menantang: Jika mereka ingin menjalin hubungan, apakah mereka harus berkompromi dengan cita-cita mereka?

Mediator tidak hanya ingin mencari pasangan – mereka ingin terhubung dengan belahan jiwa. Bijaksana dan berpikiran terbuka, kepribadian ini umumnya bersedia mempertimbangkan untuk berkencan dengan semua jenis orang. Mediator membanggakan diri atas kemampuan mereka untuk mengabaikan ciri-ciri dangkal pasangan potensial – seperti penampilan, status sosial, atau kepemilikan – dan berfokus pada tanda-tanda kecocokan yang lebih dalam dan lebih berarti.

Tetapi akan menjadi suatu kesalahan untuk berpikir bahwa Mediator tidak memiliki standar yang terbentuk sebelumnya untuk orang penting lainnya. Dengan pikiran dan imajinasi yang aktif, orang dengan tipe kepribadian ini cenderung mengembangkan dan membawa serta visi pasangan ideal mereka – visi yang mungkin didasarkan pada karakter fiksi favorit, orang yang pernah mereka kenal, atau sekadar cerita yang mereka miliki. Saya telah memberi tahu diri mereka sendiri tentang bagaimana cinta "seharusnya" terlihat.

Ketika mereka bertemu seseorang yang baru, kebanyakan Mediator mau tak mau membandingkan orang itu dengan belahan jiwa ideal yang mereka impikan. Tidak mengherankan, perbandingan seperti itu cenderung menyingkirkan lebih dari beberapa calon mitra. Mungkin sulit – jika bukan tidak mungkin – bagi seseorang yang nyata, berdarah-daging untuk memenuhi impian-impian berharga seorang Perantara.

Seiring waktu, banyak Mediator belajar bahwa cinta sejati tidak terjadi begitu saja secara ajaib – dibutuhkan kompromi, pengertian, dan kerja keras. Lagi pula, tidak ada pasangan yang sempurna, dan bahkan hubungan yang paling indah pun memiliki tantangannya sendiri. Untungnya, orang dengan tipe kepribadian ini dapat menemukan banyak kegembiraan dalam upaya yang diperlukan untuk memperkuat suatu hubungan.

Ketika mereka jatuh cinta, Mediator mengungkapkan betapa gairah berdenyut di balik penampilan luar mereka yang tenang. Berbakti dan setia, mereka tetap menghormati kemandirian pasangannya, bertujuan untuk menerima pasangannya apa adanya. Meski begitu, kepribadian ini juga ingin membantu pasangannya belajar, tumbuh, dan mengejar tujuan mereka. Mediator selalu memimpikan cara untuk meningkatkan diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka, dan hal terakhir yang mereka inginkan adalah pasangan mereka merasa tidak bahagia atau mandek.

Banyak orang dengan tipe kepribadian ini mendedikasikan diri mereka untuk membantu pasangannya meningkatkan kehidupan mereka. Meskipun ini adalah tujuan yang mulia, Mediator harus memastikan untuk melacak kebutuhan mereka sendiri dan memastikan pasangannya benar-benar siap untuk berubah. Asalkan mereka melakukannya, dukungan dan pengabdian Mediator dapat membuat semua perbedaan dalam kehidupan pasangan mereka.

Mediator cenderung mempromosikan harmoni atas perselisihan. Meskipun ini memberikan stabilitas pada hubungan mereka, itu juga dapat menyebabkan masalah. Untuk menghindari memicu konflik, Mediator mungkin menghindari berbicara secara terbuka tentang hal-hal yang mengganggu mereka – sebagai gantinya, mereka mungkin secara mental terpaku pada masalah atau mencoba menyelesaikannya sendiri. Mereka mungkin juga fokus untuk membuat pasangannya bahagia, dengan mengorbankan prioritas dan perasaan diri mereka sendiri.

Orang dengan tipe kepribadian ini mungkin perlu mengingatkan diri mereka sendiri bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur ​​diperlukan dalam suatu hubungan, meskipun itu tidak selalu mudah. Nyatanya, momen keterbukaan seperti itu bisa mengubah hubungan menjadi lebih baik.

Selama mereka berkomunikasi secara terbuka, Mediator lebih dari mampu untuk tetap setia pada diri mereka sendiri dalam suatu hubungan – dan mendorong orang yang mereka sayangi untuk melakukan hal yang sama. Dengan membawa seluruh hati dan pikiran mereka ke dalam hubungan mereka, Mediator dapat menemukan apa artinya mencintai dan dicintai.

Persahabatan

Ketika datang ke kehidupan sosial mereka, Mediator (INFP) mungkin menemukan diri mereka terjebak dalam jaringan kontradiksi. Orang dengan tipe kepribadian ini mendambakan waktu sendiri, tetapi mereka juga rentan terhadap kesepian. Mereka ingin merasa diterima dan disukai, tetapi mereka membenci gagasan berpura-pura menjadi siapa pun kecuali diri mereka yang asli. Dan sementara mereka ragu untuk menarik perhatian pada diri mereka sendiri, mereka juga tidak ingin terlihat.

Kabar baiknya adalah, dengan ditemani teman sejati, Mediator dapat keluar dari lingkaran ketidakamanan ini dan fokus pada hal yang benar-benar penting. Bagi kepribadian ini, persahabatan adalah komoditas yang berharga – sebuah kesempatan bagi dua orang untuk saling mengangkat dan mengubah hidup satu sama lain menjadi lebih baik. Mediator benar-benar percaya pada pepatah lama bahwa "seorang teman yang membutuhkan memang seorang teman." Beberapa hal mendukung tujuan mereka seperti berada di sana untuk seseorang yang mereka sayangi.

Mungkin karena investasi mereka yang intens dalam hubungan ini, Mediator cenderung merasa paling puas dengan menghabiskan waktu dengan lingkaran pertemanan yang kecil dan intim. Kenalan mungkin datang dan pergi, tetapi lingkaran dalam ini mungkin termasuk teman Mediator seumur hidup.

Mencari Roh Kerabat

Meskipun Mediator hangat dan menerima, mereka tidak selalu merasa mudah berteman. Ini mungkin karena hubungan yang dangkal dan kasual dapat membuat kepribadian ini merasa sedikit kosong. Mediator mencari persahabatan yang langgeng dan autentik dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang sama untuk berpikir dan merasakan secara mendalam, melakukan hal yang benar, dan memberi lebih banyak kepada dunia daripada yang mereka dapatkan darinya.

Konon, Mediator mampu berteman dengan semua jenis orang. Kombinasi dari sifat kepribadian Intuitif dan Prospektif menarik mereka ke berbagai perspektif, yang membantu mereka menghargai teman yang pengalaman dan pandangan dunianya sama sekali berbeda dari mereka. Mediator mungkin benar-benar merasa segar untuk terhubung dengan seseorang yang, di permukaan, memiliki sedikit kesamaan dengan mereka.

Bagi Mediator, persahabatan sejati didasarkan pada nilai-nilai bersama, bukan hanya berbagi pengalaman. Orang dengan tipe kepribadian ini tidak mungkin membentuk persahabatan yang kuat hanya karena kenyamanan. Misalnya, meskipun kasih sayang mereka terhadap rekan kerja mungkin kuat, hanya bekerja di kantor atau toko yang sama tidak cukup bagi Mediator untuk menjamin persahabatan yang substansial. Koneksi yang lebih dalam harus ikut berperan.

Teman untuk Hidup

Ketika Mediator berteman dengan seseorang, mereka mungkin diam-diam (atau tidak begitu diam-diam) berharap untuk tetap dekat dengan orang itu seumur hidup. Kepribadian ini mampu menjalin hubungan yang kuat dan stabil yang ditandai dengan dukungan penuh semangat, kecerdasan puitis yang halus, dan tingkat wawasan emosional yang mendalam. Persahabatan yang sudah berlangsung lama cenderung memunculkan aspek-aspek yang kurang jelas dari tipe kepribadian Mediator, termasuk sikap protektif yang sengit. Banyak Mediator menemukan bahwa mereka dapat membela teman mereka dengan cara yang sulit mereka atasi sendiri.

Meskipun Mediator menghargai persahabatan mereka, mereka juga membutuhkan ruang pribadi dan waktu sendiri untuk memulihkan tenaga. Kadang-kadang, orang dengan tipe kepribadian ini dapat menarik diri bahkan dari teman terdekat mereka untuk berhubungan kembali dengan diri mereka sendiri dan memulihkan energi mereka, seperti yang harus dilakukan oleh semua Introvert. Keberangkatan ini biasanya bersifat sementara, tetapi Mediator mungkin perlu memastikan bahwa teman mereka tidak merasa dilecehkan oleh ketidakhadiran mereka.

Mediator mencari cara untuk meningkatkan persahabatan mereka dan berbagi kasih sayang dengan orang-orang yang berarti bagi mereka. Seringkali, ini berupa menghabiskan waktu berkualitas dengan teman-teman mereka – datang dengan visi besar untuk masa depan dan berbagi impian dan ide rahasia mereka dengan seseorang yang mereka tahu dapat mereka percayai. Tetapi bahkan ketika Mediator sepenuhnya sendirian, mereka selalu menyimpan teman-teman mereka di dalam hati mereka.

Menjadi orang tua

Bagi Mediator (INFP), hidup adalah sebuah perjalanan. Tetapi bahkan ketika mereka menemukan jalan mereka sendiri di dunia, kepribadian ini merasa terpanggil untuk membantu orang lain memulai perjalanan mereka sendiri menuju makna, kepuasan, dan kebahagiaan. Dengan cara mereka yang bersahaja dan tidak mendominasi, Mediator suka membimbing orang lain untuk belajar dan tumbuh – dan menjadi orang tua bisa menjadi kesempatan yang sangat bermanfaat bagi mereka untuk melakukan hal itu.

Sejak awal, orang tua Mediator bertujuan untuk bersikap hangat, perhatian, dan berpikiran terbuka. Orang-orang dengan tipe kepribadian ini senang dengan keajaiban anak-anak mereka di dunia, dan mereka ingin memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka – kebebasan untuk membentuk pendapat mereka sendiri, menemukan minat mereka sendiri, dan tumbuh menjadi diri mereka yang unik. Mediator orang tua mengimbangi kebebasan ini dengan menciptakan landasan dukungan dan penerimaan yang stabil, dengan harapan agar anak-anak mereka tidak pernah melupakan betapa mereka dicintai.

Sensitif dan perseptif, Mediator menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perspektif anak-anak mereka. Mereka ingin mengenal anak-anak mereka sebagai individu yang unik dan multidimensi, bukan sebagai proyeksi diri mereka sendiri.
Mengatasi Tantangan

Dengan hati nurani mereka yang hiperaktif, Mediator mungkin menyalahkan diri mereka sendiri atas perilaku buruk anak-anak mereka, bahkan ketika melakukannya tidak masuk akal atau produktif.
Menyeimbangkan Struktur dengan Spontanitas

Mediator mungkin senang membangkitkan semangat bebas, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka benar-benar lepas tangan. Mereka ingin mengajarkan nilai-nilai kunci kepada anak-anak mereka, termasuk kejujuran, kasih sayang, dan pentingnya merawat orang lain. Mereka juga ingin anak-anaknya memahami arti tanggung jawab pribadi, terutama dalam hal tidak menyakiti orang lain.

Seperti orang tua dari tipe kepribadian apa pun, orang tua Mediator pasti menghadapi tantangan. Mereka menganggap serius tanggung jawab mengasuh mereka, sehingga bisa terasa seperti kegagalan pribadi ketika anak-anak mereka berperilaku buruk baik besar maupun kecil. Kepribadian ini mungkin sangat kesal ketika mereka melihat anak-anak mereka berperilaku dengan cara yang tampaknya tidak sopan atau etis.

Ketika anak-anak mereka melakukan kesalahan, Mediator mungkin bertanya-tanya, Apakah saya gagal sebagai orang tua? Bahayanya di sini adalah bahwa orang dengan tipe kepribadian ini mungkin menjadi begitu terfokus pada menyalahkan diri sendiri sehingga mereka tidak menetapkan konsekuensi yang pantas atas tindakan anak-anak mereka. Disiplin mungkin tidak mudah bagi Mediator, tetapi jika diimbangi dengan sifat perhatian dan lembut mereka, itu dapat menjadi alat yang ampuh dalam misi mereka untuk mengajari anak-anak mereka perbedaan antara yang benar dan yang salah.

Mediator orang tua secara alami ingin menjadi panutan yang baik. Mereka mencoba menunjukkan kepada anak-anak mereka sisi terbaik dari diri mereka sendiri, menyembunyikan masalah, emosi negatif, dan frustrasi mereka. Hal ini dapat memelihara rasa keharmonisan dalam rumah tangga, membantu anak-anak mereka merasa aman dan diperhatikan. Dengan cara yang sama, Mediator sering mencoba melindungi anak-anak mereka dari masalah yang lebih besar di dunia. Hal ini tentu tepat ketika anak-anak mereka masih kecil, tetapi pada akhirnya Mediator perlu menemukan cara untuk membicarakan masalah yang lebih sulit dengan anak-anak mereka.

Rintangan lain bagi banyak orang tua dengan tipe kepribadian ini adalah membangun struktur dan aturan sehari-hari yang praktis untuk anak-anak mereka. Untungnya, Mediator dapat menggunakan energi kreatif mereka untuk memaksakan batasan tanpa menahan rasa ingin tahu dan antusiasme anak-anak mereka. Orang tua ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, dan ini memungkinkan mereka membuat jadwal dan aturan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan individu anak-anak mereka.

Saat mereka menyeimbangkan struktur dengan spontanitas, Mediator dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi diri mereka yang paling peduli, bertanggung jawab, dan ceria. Dan itulah yang diperjuangkan oleh para orang tua ini – untuk membesarkan anak-anak yang mengenali bakat dan bakat unik mereka dan membaginya dengan dunia.

Jalur Karir

Banyak Mediator (INFP) mendambakan karir yang tidak hanya mengurusi tagihan tetapi juga terasa memuaskan. Mereka ingin menghabiskan hari-hari mereka melakukan sesuatu yang benar-benar mereka sukai, sebaiknya tanpa terlalu banyak tekanan atau drama.

Pernah idealis, Mediator mungkin berjuang untuk menemukan profesi yang memenuhi kebutuhan praktis mereka dan memenuhi impian mereka. Kepribadian ini mungkin terhanyut dalam frustrasi, menunggu pekerjaan yang sempurna muncul dengan sendirinya dan akhirnya merasa mandek atau khawatir bahwa mereka tidak memenuhi potensi mereka.

Sayangnya, tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan pertanyaan apakah harus puas dengan posisi yang kurang ideal dapat sangat membebani orang dengan tipe kepribadian ini. Untungnya, kreativitas, kemandirian, dan keinginan tulus Mediator untuk terhubung dan membantu orang lain dapat membantu mereka bersinar – dan menemukan kepuasan – di hampir semua bidang pekerjaan.

Tempat untuk Semua Orang

Karier dan panggilan tertentu tampaknya memiliki daya pikat khusus untuk kepribadian ini. Dengan keingintahuan dan kecintaan mereka pada ekspresi diri, banyak Mediator bermimpi menjadi penulis. Mereka mungkin menulis novel, mencari ceruk freelance yang menarik, atau bahkan menemukan diri mereka melakukan komunikasi di bidang perusahaan atau untuk organisasi nirlaba. Sangat imajinatif, Mediator dapat memasukkan materi penggalangan dana atau pemasaran yang paling kering sekalipun dengan kehidupan baru

Meskipun tipe kepribadian ini tidak dikenal mencari sorotan, Mediator lain menemukan tujuan hidup mereka dalam seni pertunjukan. Mediator ini dapat menarik dari kedalaman batin mereka untuk mengeluarkan interpretasi indah dari karya seorang pencipta. Mereka juga dapat membuat karya mereka sendiri sebagai penulis naskah, komposer, atau koreografer.

Apa pun yang mereka lakukan, Mediator ingin merasa bahwa pekerjaan mereka membantu orang lain. Maka tidak mengherankan jika banyak orang dengan tipe kepribadian ini memilih karir yang berfokus pada pelayanan, seperti konseling, psikologi, pengajaran, perawatan kesehatan, pekerjaan sosial, terapi pijat, atau rehabilitasi fisik. Untuk kepribadian yang penuh perhatian dan suportif ini, hanya sedikit hal yang lebih bermakna daripada melihat pekerjaan mereka membantu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Menemukan Jalan Mereka

Mediator mudah beradaptasi, tetapi mereka mungkin merasa kehilangan motivasi untuk bekerja di lingkungan yang penuh tekanan, birokratis, atau sibuk. Mereka juga bisa menjadi frustrasi oleh tempat kerja yang sangat kritis atau kompetitif. Tempat kerja yang menghargai kemandirian cenderung cocok untuk Mediator, meskipun mereka mungkin menghargai beberapa struktur dan pengawasan untuk membantu mereka menghindari penundaan dan tenggelam dalam pikiran.

Meskipun demikian, Mediator tidak memerlukan kondisi ideal untuk berkembang secara profesional. Kepribadian ini ingin hidup selaras dengan nilai-nilai mereka, dalam karier mereka maupun dalam aspek lain kehidupan mereka. Mereka dapat bertahan dengan – dan mengatasi – sejumlah tantangan saat mereka mengejar rasa misi dalam pekerjaan mereka.

Kebiasaan Tempat Kerja

Mediator (INFP) ingin merasakan tujuan dalam pekerjaan mereka. Di mana pun mereka berada di tangga pekerjaan, mereka mencoba menumbuhkan hubungan emosional dan moral dengan apa yang mereka lakukan – mencari kepastian bahwa upaya sehari-hari mereka membantu orang lain dalam bentuk atau bentuk tertentu. Keinginan untuk melayani mewarnai bagaimana kepribadian Mediator menanggapi otoritas di tempat kerja serta bagaimana mereka mengekspresikannya.

Bawahan Mediator

Sebagai karyawan, Mediator cenderung loyal, ceria, dan perhatian. Mereka bangga menjadi jujur ​​dan melakukan hal yang benar dalam segala situasi. Orang dengan tipe kepribadian ini juga merasa puas dengan menyenangkan orang lain, mulai dari atasan hingga pelanggannya. Mediator merasa paling termotivasi saat mereka memikirkan cara untuk membantu orang lain, tidak mengkhawatirkan tentang daftar periksa atau intinya.

Ini menjelaskan mengapa pujian dan umpan balik positif dapat membuat mereka bersemangat. Di sisi lain, kritik dapat membuat kepribadian ini ditutup. Ketika dihadapkan dengan harapan yang menghukum atau bos yang sangat negatif, mereka mungkin merasa sulit untuk menyelesaikan sesuatu. Tambahkan gangguan dari telepon yang terus berdering atau kotak masuk yang meluap, dan Anda memiliki resep untuk Mediator yang sangat stres.

Karyawan mediator menikmati kebebasan dan kebebasan. Kreativitas dan wawasan mereka memungkinkan mereka mengubah cara lama yang tidak efektif dalam melakukan sesuatu – selama mereka diberi kesempatan untuk berbicara dan membuat perubahan. Yang mengatakan, mereka cenderung mendapat manfaat dari tenggat waktu dan ekspektasi yang jelas untuk menjaga mereka tetap pada jalurnya. Jika tidak, orang-orang dengan tipe kepribadian ini mungkin terjebak dalam penundaan, melompat dari satu ide ke ide lain daripada menetap dan mencoret tugas dari daftar tugas mereka.

Rekan Mediator

Mediator menghargai kesetaraan dan keadilan, jadi tidak mengherankan jika mereka merasa terkekang oleh hierarki tempat kerja. Mereka lebih menyukai lingkungan profesional di mana setiap orang merasa dihargai dan didorong untuk berbagi ide – apa pun jabatan mereka. Sebagai kolega, Mediator melakukan apa yang mereka bisa untuk mewujudkan cita-cita ini.

Dengan caranya yang tenang, Mediator dapat menjadi perekat yang menyatukan tempat kerja mereka. Meskipun suaranya mungkin bukan yang paling keras, mereka sering dikagumi karena wawasannya, dengan rekan kerja secara rutin mendatangi mereka untuk meminta nasihat. Menyenangkan dan baik hati, Mediator tidak menyukai konflik, drama, atau politik di tempat kerja. Sebaliknya, mereka mencoba bertindak dengan cara yang memupuk keharmonisan dan kerja sama. Ketika seseorang membutuhkan bantuan, Mediator cenderung masuk tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan.

Manajer Perantara

Sebagai manajer, Mediator termasuk tipe kepribadian yang paling tidak mungkin bertindak seolah-olah mereka yang memegang kendali. Mereka menghormati karyawan mereka sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya sebagai pekerja. Alih-alih membuat semua keputusan sendiri, Mediator sering kali meminta untuk mendengar pemikiran dan pendapat karyawan mereka.

Secara umum, orang dengan tipe kepribadian ini tidak melakukan micromanage. Sebaliknya, mereka tetap memperhatikan gambaran besarnya. Mereka melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mendukung karyawan mereka, bukan untuk memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Kapanpun memungkinkan, mereka mendorong orang-orang yang bekerja untuk mereka untuk mengembangkan ide-ide mereka sendiri dan menggunakan pertimbangan terbaik mereka sendiri.

Ada sisi negatif dari gaya manajemen ini. Kadang-kadang Mediator mungkin berjuang untuk menetapkan batasan, menelusuri inefisiensi, atau menawarkan kritik, bahkan jika diperlukan. Hal ini dapat memperlambat tim mereka dan menimbulkan stres yang tidak perlu, baik bagi Mediator maupun karyawan mereka. Kadang-kadang, manajer dengan tipe kepribadian ini mungkin perlu tegas demi kebaikan tim mereka – dan tempat kerja secara keseluruhan.

Kesimpulan

Hanya sedikit tipe kepribadian yang puitis dan baik hati seperti Mediator (INFP). Dengan karunia unik mereka, Mediator dapat mengatasi segala macam tantangan dan hambatan – dan mencerahkan kehidupan orang-orang di sekitar mereka dalam prosesnya.

Namun Mediator dapat tersandung di area di mana idealisme dan altruisme lebih merupakan kewajiban daripada aset. Ketika datang untuk menemukan (atau menjaga) pasangan, berteman, mengejar karir yang bermakna, atau merencanakan masa depan, orang dengan tipe kepribadian ini mungkin perlu secara sadar mengembangkan sifat mereka yang lebih lemah dan mendapatkan keterampilan baru - bahkan saat mereka memanfaatkannya. banyak kekuatan.

Kehidupan Rahasia Para Mediator

Apa yang telah Anda baca sejauh ini hanyalah pengantar tentang kerumitan tipe kepribadian Mediator. Anda mungkin pernah bergumam pada diri sendiri, "Wow, ini sangat akurat, sedikit menyeramkan," atau "Akhirnya, seseorang mengerti saya!" Anda bahkan mungkin bertanya, "Bagaimana mereka tahu lebih banyak tentang saya daripada orang terdekat saya?"

Ini bukan tipuan. Anda merasa dipahami karena memang begitu. Kita telah mempelajari cara berpikir Mediator dan apa yang mereka butuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka. Dalam prosesnya, kami telah mempelajari bagaimana orang dengan tipe kepribadian Anda dapat mengatasi bahkan tantangan pribadi terbesar mereka.

Namun untuk mengatasi tantangan ini, Anda perlu memiliki rencana, peta jalan pribadi – visi ke mana Anda ingin menuju dan mengapa. Dalam pengantar ini, Anda telah mempelajari bagaimana Mediator cenderung berperilaku dalam keadaan tertentu dan apa kekuatan dan kelemahan utama mereka.

Bergerak kedepan

Sekarang setelah Anda mempelajari dasar-dasarnya, langkah selanjutnya dalam perjalanan penemuan diri Anda adalah Profil Premium Anda. Dipenuhi dengan panduan dan saran khusus Mediator untuk setiap bidang kehidupan Anda, dari karier hingga hubungan Anda, Profil Premium Anda akan memberdayakan Anda untuk memahami apa artinya menjadi Mediator – apa artinya menjadi diri Anda . Jika Anda siap membuat jalan hidup Anda sendiri, lanjutkan ke bagian berikutnya.


Source: https://www.16personalities.com/infp-personality

Friday, November 25, 2022

Blog D11

 Hari ini saya pergi ke universitas UKDW. Perngalaman yang didapat cukup unik. Pertama grup dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok saya pergi ke Fakultas Bioteknologi pertama-tama. Disana saya diajari tentang pemanfaatan jamur dan bakteri dalam minuman dan makanan. Lalu setelah penjelasan materi, kami diberikan kesempatan mencoba minuman hasil fermentasi. Namun, karena kegiatan selesai dan waktunya belum habis, kami dibawa lanjut keliling dan ke Fakultas kedokteran. Awalnya kami ingin ke ruang komputer namun dibertahukan bahwa ruanganya sudah penuh. Di Fakultas kedokteran UKDW, kami belajar anatomi manusia langsung dari mayat. Saya ketika melihatnya saya langsung merasa tertarik dan takut untuk melihat isi tubuh mayat itu. Ketika berdiri di dekat mayat itu, tercium bau tidak enak dari mayat itu dan mata saya perih. Menurut pengajarnya, itu karena pengawet pada mayat agar mayat tidak busuk. Mayat itu diketahui sudah berada di UKDW selama 10 tahun. Disana saya melontarkan banyak pertanyaan karena ketertarikan saya dengan anatomi manusia. Walau begitu saya masih belum tertarik dengan mengikuti jurusan kedokteran. Setelah dari sana, kami dibawa lanjut melalui kantin hingga ke tempat saya belajar saham hari ini. Banyak siswa lain yang tampaknya tidak peduli dengan hal-hal seperti ini, namun saya dan salah seorang murid lagi tertarik dengan saham. Alasan utama saya tertarik adalah karena saham bisa menjadi tabungan yang paling terjamin. Hal ini disebabkan karena dengan saham saya memiliki cadangan uang tanpa harus bekerja tambahan. Disana saya belajar tentang saham, dan dibertahu bahwa ada ilmunya jika masuk jurusan ekonomi. Sehabis itu, saya istirahat untuk makan dan kemudian grup berkumpul lagi untuk berfoto di UKDW

Thursday, November 24, 2022

Blog D10

Hari ini saya diceritakan berbagai cerita menarik dari para alumni PL. Pertama kami mendengarkan cerita seorang dosen lulusan PL yang berhasil kuliah di Jepang, lalu kami mendengarkan cerita seorang petani yang tidak menggunakan asal ilmu untuk bertani, lalu kami mendengarkan cerita seorang lagi saya lupa karena awalnya suaranya tidak jelas akibat efek gaung yang membuat saya sulit mendengarkan apa saja yang dijelaskan

Blog D20

 Buku: : Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang Refleksi: Pada bab pertama yang dibaca,diceritakan tentang kisah seorang bernama Derby ynag me...