Wednesday, November 16, 2022

Blog D3

Refleksi:
Bagian kali ini membahas tentang Penyebab takut berbicara. Ada beberapa penyebab antara lain: trauma salah ucap, yang disebabkan oleh pengalaman berbicara yang buruk dan mengakibatkan dampak yang besar pada orang-orang di sekitarnya. Hal itu dapat menyebabkan orang tersebut menjadi minder dan trauma dengan kesalahan berbicara. Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menilai apakah orang itu memilki trauma salah ucap anatara lain: Berbicara terbata-bata atau gagap, suaranya kecil, dan tidak berani menatap wajah lawan bicara. Saya secara pribadi dalam hal berbicara dengan orang yang dianggap asing seringkali menggunakan suara yang kecil dan tidak menatap wajah, dan dalam presentasi, saya mengandaikan diri saya bahwa saya berbicara dengan tembok, suara yang cenderung kecil, dan gagap. 

Namun terkadang, ada kondisi dimana seseorang takut berbicara karena rasa rendah hati yang merendahkan kemampuan diri, dan rasa takut untuk menghadapi orang lain akibat trauma perendahan pada masa lalu. Namun kondisi itu juga bisa menjadi pemicu seseorang untuk menjadi lebih maju dan mengubah rasa takut menjadi tantangan yang dihadapi, bukan sesuatu yang harus dihindari. Saya tidak pernah berbikir untuk menghadapi rasa takut sebagai tantangan karena Saya sudah terlanjur ketakutan dan berpikiran sempit. Namun saat ini saya sudah berusaha mengubah rasa takut itu sebagai tantangan yang dihadapi dengan rasa percaya diri. 

Pada bagian berikutnya, membahas tentang pengaruh bahasa nonverbal dengan isi pembicaraan. hal ini dapat diterapkan dalam pidato. Seperti penggunaan bahasa tubuh yang dinilai penting karena orang lebih mudah tertarik untuk mendengar isi pembicaraan ketika diperagakan kecil-kecilan. Dan dalam pembicaraan, kita bisa mencoba beberapa hal untuk lebih menarik lawan bicara, seperti pakaian yang bagus, senyum yang tulus, dan sikap yang tepat dalam pembicaraan. Saya dalam pembicaraan tidak terlalu tertarik dengan penampilan karena yang saya utamakan alur dan isi pembicaraan. Jika pembicaraan serius dibawa bercanda secara berlebihan, yang mana terasa menguras tenaga untuk hal yang tak berguna. Dalam masalah senyum saya sering karena pembicaraan saya dengan orang terkadang berakhir ke akhir yang lucu dan masalah dapat dijawab dengan jawaban tergampang dan tak terpikirkan. Sikap dalam pembicaraan saya, saya nilai kurang karena gangguan fokus yang sering saya alami.

Perkembangan tomat:


No comments:

Post a Comment

Blog D20

 Buku: : Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang Refleksi: Pada bab pertama yang dibaca,diceritakan tentang kisah seorang bernama Derby ynag me...